Minimalkan Peran Pembantu demi Tanggung Jawab Anak

Minimalkan Peran Pembantu demi Tanggung Jawab Anak

Ayahbundaers,

Seberapa sering kita membiarkan buah hati tercinta kita bangun tidur dengan santainya tanpa membereskan tempat tidurnya? Atau, seberapa seringnya kita melarang buah hati kita saat ia mencoba untuk mencuci piring setelah acara makan malam selesai?

Topik ini sengaja saya sajikan di malam minggu, meskipun agak terlambat, saya yakin kesempatan ini masih bisa ayah bunda lakukan hari minggu dan hari-hari lainnya.

Anak, pada dasarnya mampu melakukan sesuatu secara mandiri. Namun saat ini kecenderungannya, banyak orang tua, terutama bunda yang terlalu protektif terhadap anak. “Kasihan, Dido udah terlalu lelah di sekolah, masa’ harus naro’ bajunya di mesin cuci. Biar aja disini dulu…”. Tidak ada alasan bagi anda ayah bunda jika ingin buah hati anda bertanggung jawab.

Tanggung jawab tidak muncul dengan sendirinya, namun perlu dicontohkan dan dibiasakan. Bagaimana caranya agar sedikit demi sedikit peran pembantu bisa beralih ke anak anda? sehingga saat tidak ada pembantu dirumah anda tidak perlu sewot teriak teriak kalau anak anda tidak bisa melihat rumah rapih.

1. Biasakan saat bangun tidur buah hati anda tidak langsung turun begitu saja menuju kamar mandi. Ingatkan terlebih dahulu untuk melipat selimut dan merapihkan kamarnya

2. Ingatkan untuk selalu bersyukur sehabis bangun tidur, dengan melakukan sholat subuh atau berdo’a

3. malam hari, ajarkan anak untuk menyiapkan pakaian seragam dan kaos kaki untuk sekolah besok. Sehingga pagi hari bunda tidak perlu sibuk mencari-carinya

4. Biasakan untuk mengambil alat makan sendiri, dan setelah makan, kebiasaan kita adalah membiarkan piring dan gelas terletak diatas meja. Padahal tidak ada salahnya jika anak mau melakukannya

5. Pulang sekolah, jangan lupa untuk mengingatkan anak meletakkan semuanya pada tempatnya. Sepatu, baju kotor dan buku pelajaran.

6. Pada saat hari libur, libatkan buah hati anda pada kegiatan yang menyenangkan. Misalnya menyapu halaman rumah, mengelap kaca dan mencuci mobil.

Tanggung jawab tidak tercipta dengan sendirinya. Semua berawal dari contoh. Contoh itu datangnya dari rumah…didalam rumah ada kita, ayah bunda…orang tuanya.

Selamat menikmati akhir pekan bersama keluarga tercinta…salam sayang untuk anak-anak anda…

Salam,

Halid

468 ad


28 Responses to “Minimalkan Peran Pembantu demi Tanggung Jawab Anak”

  1. fajri says:

    sepakat mas. harusnya memang demikian. sebisa mungkin jangan tergantung sama pembantu, sekaligus melatih anak supaya lebih dewasa

  2. link nya mati tuh bang…

Leave a Reply to harga blackberry onyx

Switch to our mobile site