Agar Proses Belajar Mengajar Efektif

Agar Proses Belajar Mengajar Efektif

“loh emang Bu Guru nggak ngajarin contohnya tadi?, kenapa sekarang kamu nggak bisa?”, “yang bener aja, tadi kamu emang belajar apa?”

Banyak komentar-komentar dari para ayah bunda mengenai kemajuan belajar anaknya. Ada yang sangat was-was, ada yang biasa-biasa saja namun saat raport anak buruk mereka mencak-mencak dan ada lagi yang hanya bisa menyalahkan kurikulum.

Kurikulum pendidikan yang saat ini diterima oleh anak, mau tidak mau menuntut keaktifan anak dan pendukung lainnya untuk kreatif dalam menjawab persoalan yang diberikan. Ayah bunda sebagai orang tua juga tidak bisa hanyak menjadi penanam modal saja (dalam hal ini berarti memberikan uang sekolah saja) namun dituntut kreatif dalam mengajarkan anak-anaknya.

Sekolah sekarang pun sudah tidak dapat diandalkan untuk membentuk pribadi yang matang dalam mendidik anak-anak kita. Lantas, apa yang dapat kita lakukan agar proses belajar mengajar menjadi efektif?

1. Pastikan ayah bunda mengecek setiap malam pekerjaan rumah maupun tugas-tugas lain yang diberikan kepada anak. Jika anda beralasan pulang sudah malam sehingga tidak sempat mengecek, lakukan di pagi hari dengan berbagi tugas. Ayah mengecek pekerjaan rumah, ibu menyiapkan persiapan ke sekolah

2. Jangan menganggap remeh Buku Penghubung, disana ayah bunda dapat menuliskan segala sesuatu mengenai permasalahan anak. Jika anda sudah aktif menulis di buku penghubung namun sekolah tidak aktif, berikan catatan.

3. Dampingi anak saat belajar. Mengingat saat ini pelajaran anak-anak lebih menekankan pada logika, maka ayah bunda perlu memberikan masukan kepada sekolah mengenai materi pelajaran. Ajak orang tua murid lainnya untuk mendiskusikan hal-hal yang bisa membantu kualitas pendidikan di sekolah

4. Ingat, saat anak belajar di rumah tidak perlu anda paksakan terlalu lama, yang terpenting adalah kualitas. Hindari suasana belajar yang dapat mempengaruhi konsentrasi anak

Jadi, jika ayah bunda merasa sekolah belum memberikan terlalu banyak untuk anak anda, lantas mengapa ayah bunda tidak melakukan sesuatu berawal dari rumah?

salam,halid

468 ad


Leave a Reply

Switch to our mobile site