Generasi Rapuh Telah Datang

Ayahbundaers,

Sore hari saya sengaja mengajak istri dan anak saya untuk sekedar menikmati Jalan Jalan Sore di sepanjang Jalan TU. Sejenak melepas santai di sebuah swalayan berkonsep convenience store. Memasuki tempat tersebut, sebuah pelajaran berharga bagi para orang tua saya dapatkan…anak-anak sekarang dapat mengambil dan memakan segala yang mereka inginkan tanpa takaran, apapun yang mereka mau bisa mereka beli tanpa ada yang membatasi. Disatu sisi, saya melihat ada juga orang tua yang mendampingi anaknya dalam mengambil makanan atau minuman. Cukup dengan kata-kata, “Udah dong Mas, jangan penuh-penuh nanti nggak keminum…”, atau ada juga yang seorang Bunda menegur putrinya, “Kamu mau yang mana? kalau dua-duanya Mama nggak mau ah, nanti kamu suka nggak abis…”. Statement orang tua tersebut menarik bagi saya. Orang tua tersebut bisa menjadi rambu dan pengingat anak, agar segala sesuatunya tidak berlebihan. hal ini juga melatih anak untuk tidak bersifat serakah dan berlebihan.

Setelah membayar makanan dan minuman yang dibeli, pelajaran berharga kembali saya dapatkan. Di satu meja, ada sekumpulan anak-anak yang…(hmmm, boleh di bilang usia antara 11-12 tahun) sedang berkumpul disatu meja sambil merokok, tidak hanya pria, ada 2 orang wanita. Melihat disatu meja lagi, sekumpulan anak perempuan (saya katakan anak, karena usianya paling belum lagi 15 tahun) dengan mengenakan celana pendek dan BB di tangan saling berbagi cerita sambil tertawa terbahak-bahak.

Saya yakin, jika ayah bunda berada pada lokasi tersebut, pasti akan berkata…kemanakah orang tuanya?

Maka tidak heran, ketika kesulitan mereka alami hanya ada rasa frustrasi dan tidak tau mau berbuat apa. Mental mereka tidak siap untuk dihadapkan pada masalah-masalah real yang terjadi.

Bagaimana dengan anda?

Salam,halid

468 ad


Leave a Reply

Switch to our mobile site