Bun, aku mau jajan…

“Pokoknya Adit nggak mau sekolah kalo nggak jajan…”, “Bun, aku mau jajan dong, temenku tiap hari jajan, masa’ aku nggak…”

Hmmm kebayang repotnya bunda jika setiap hari harus memberikan uang jajan, padahal bunda sudah berusaha membuatkan bekal untuk dibawa ke sekolah. Apa dan bagaimana sebaiknya kita bersikap dalam hal jajan ini?

Jajan tidaklah selalu buruk. Banyak hal yang dapat ayah bunda jadikan pelajaran bagi anak dengan memberikan uang jajan. Kita tidak dapat menutup mata, lingkungan sekolah yang sedemikian luasnya dan berbagai perlakuan orang tua kepada anak-anaknya mengenai masalah jajan ini, membuat anak-anak anda bertanya, “kenapa saya tidak boleh jajan?”

Intinya, penuhilah keinginan anak untuk jajan, karena dengan uang jajan anda dapat mendidik hal-hal seperti :

* Tanggung Jawab- latih anak untuk dapat bertanggung jawab terhadap uang yang telah diberikan, artinya ia harus menjaga baik-baik agar tidak hilang

* Melatih Berhitung dan Mengenalkan Penggunaan Uang- setelah pulang sekolah, anda dapat melatih anak menghitung apa saja yang telah dibelanjakannya, misalnya : “Dimas tadi beli apa aja? kan tadi uangnya lima ribu?”. “Kalau Andre jajannya tiga ribu, berapa sisa uangnya?”

* Menjaga Kepercayaan yang diberikan – sebelum anak pergi sekolah, yakinkan sekali lagi padanya, jika tidak jajan yang macam-macam. “Wulan, nanti jangan jajan coklat dan permen-permen ya, kamu kan masih batuk…”. dengan adanya rambu-rambu tersebut, anak akan dengan mudah memilih jajanan lainnya.

Jajan pun tidak harus setiap hari. Anda bisa sepakati dengan anak, jika hari ini jajan besok tidak, atau bisa dengan bentuk kesepakatan lainnya.

Mudah kan? ketimbang kita melarangnya dan ia mencuri-curi kesempatan untuk jajan dan meminta jajanan teman…

salam,halid

468 ad


Leave a Reply

Switch to our mobile site