Alasan Memiliki Pembantu/Pengasuh

Ada hal yang cukup membuat saya tergelitik, ketika ada seorang sahabat dekat saya memiliki 2 orang baby sitter dan 2 orang pembantu. Ternyata, blio memiliki 2 orang anak, laki dan perempuan, serta pembantu yang mengurus masalah rumah tangga dan keperluan lain. Hampir seluruh pekerjaan rumah tidak ada yang dikendalikan olehnya, sebagai tuan rumah.

Ketika sang baby sitter dan pembantu mudik kemarin ini (yang katanya belum kembali :) ), blio sangat kewalahan dan sangggaaaaattt lelah yang luar biasa. Harus mengurus anak mandi, makan, belum lagi harus pergi ke pasar, memasak karena kehabisan pembantu pengganti/sementara di pusat2 penyalur.

Hal ini sebetulnya tidak perlu terjadi, jika kita telah terbiasa melatih kemandirian anak sejak awal, mulai dari merapikan tempat tidur sendiri, mengajari mencuci pakaian, belajar memasak (bagi anak perempuan) serta membereskan rumah. Alhasil, jika itu semua sudah dilakukan,kita tidak perlu terlalu bergantung kepada sang baby sitter dan pembantu.

Memang sangat jauh perbedaan orang tua di Indonesia dan di luar negeri, pada saat musim liburan tiba, justru para orang tua turun tangan dalam mengurus rumah tangga dan mereka sangat enjoy mengerjakannya.

Apa efek dari anak yng terlalu disediakan segalanya? anak menjadi kurang tangguh, mudah putus asa dan memaksakan segala sesuatunya harus ada dan tersedia. Hal ini sudah sangat terbukti dari kualitas sumber daya manusia Indonesia saat ini.

Nah ayahbundaers, mari kita mulai hari esok dengan melatih anak anda mengurusi dirinya sendiri. Sharing yuuk…

Halid

468 ad


11 Responses to “Alasan Memiliki Pembantu/Pengasuh”

  1. Gytha says:

    Full of slainet points. Don’t stop believing or writing!

Leave a Reply

Switch to our mobile site